PESTISIDA NABATI SOLUSI MURAH PERTANIAN SEHAT

Kebonturi, 30 Januari 2020 ) Dengan semakin mahalnya pestisida kimia dan resisistensi hama maupun penyakit pada tanaman padi, Gapoktan Subur Makmur Desa Kebonturi menginisiasi untuk menggunakan pestisida nabati / organik untuk tanaman padi.

Bersama KKN UNDIP SEMARANG yang terdiri dari Alif Yoga N. Fakultas  Bahasa dan Kebudayaan Jepang , Mochammad Abdillah Zidan fakultas Teknik Kimia, Dhia Shadrina Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,Richa amalia Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Antropologi Sosial, Galuh Ayu Permatasari fakultas Ilmu Keperawatan dan Harry Panjaitan FakultasTeknik Geodesi bekerjasama dengan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian  ( Balingtan ) mengadakan pelatihan pembuatan pestisida nabati ( pesnab ).

Pelatihan diadakan pada selasa, 28 Januari 2020 yang diikuti dari perwakilan Kelompok Tani yang bergabung dalam Gapoktan Subur Makmur Kebonturi, dengan peserta sekitar 40 orang. Kepala Desa Kebonturi Bp. Agus Junaedi dalam sambutanya mengucapkan banyak terima kasih kepada Balingtan dan KKN Undip Semarang yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan  pembuatan pestisida nabati ini dan berharap peserta dapat memperhatikan dengan baik dengan harapan bisa mengaplikasikan baik teknik pembuatannya maupun teknik penggunaanya di lahan pertanian. sedangkan dari Gapoktan Subur Makmur yang diwakili oleh Sudarto dalam sambutannya berharap supaya kegiatan ini bisa mengurangi penggunaan pestisida kimia yang semakin lama semakin mahal harganya sehingga bisa mengurangi biaya produksi pertanian dan yang paling penting adalah dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia lahan pertanian bisa sehat dan menghasilkan produk yang sehat untuk dikonsumsi.

Sedangkan dari Balingtan yang disampaikan oleh Ibu E.S. Harsanti menyampaiakan bahwa Dampak Pencemaran Pestisida berdampak pada Lingkungan dan Kesehatan manusia, karena penggunaan pestisida kimia berpotensi mengkontaminasi produk maupun hasil pertanian serta lingkungan hidup. WHO ( Badan Kesehatan Dunia ) merilis bahwa ada korban pestisida sekitar 155.488 meninggal dan 7.362.495 DALYs ( Satuan Beban penyakit yang dinyatakan dalam bentuk tahun kehidupan dengan cacat yang diderita ) imbuhnya.

Ibu Sri Wahyuni dari Balingtan menyampaikan bahwa bahan bahan untuk pembuatan pestisida nabati sangat banyak dan mudah didapat sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba membuatnya, bahan bahan tersebut seperti daun Mimba, Daun Mahoni, daun Sirsak, Buah Maja, Kunyit, Urin Sapi sangat mudah didapatkan.

Pestisida nabati adalah bahan alami, yang berasal dari tanaman yang mempunyai senyawa bioaktif seperti tumbuh-tumbuhan yang potensial digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Kandungan senyawa tumbuhan: Alkaloid, Flavonoid, Terpenoid, Saponin.

Alkaloid à  mengandung asam amino

Flavonoidà mengandung senyawa fenol

Terpenoidà dari minyak atsiri (mawar, serai, pepermint, cengkeh, dll).

Saponinà dari daun mimba

Pestisida nabati yang diperkaya dengan mikrobaà Biopestisida

Fungsi pestisida nabati

Keuntungan

  1. Murah dan mudah didapatà melimpah dialam
  2. Aman bagi manusia, hewan, dan ramah  lingkungan.
  3.  Pemakaian dosis tinggipun relatif aman
  4.  Produk pertanian yang dihasilkan lebih sehat
  5.  Kesehatan tanah lebih terjaga
  6.  Dapat mempertahankan keberadaan musuh alami.

Cara pembuatan pesnab

  • Rebus daun mimba dan air  dengan perbandingan  1:2,
  • Rebus daun mahoni  dan air dengan perbandingan  1:2,
  • Tumbuk/blender kunyit tambahkan air  (1:2),
  • Saring  rebusan daun mimba,
  • Saring rebusan daun mahoni,
  • Saring rebusan kunyit,
  • Campur semua bahan (urin sapi, air, cairan daun mimba, cairan daun  mahoni),
  • Aduk hingga homogen, lalu masukkan kunyit sedikit demi sedikit sambil diaduk
  • Tambahkan asap cair sedikit demi sedikit hingga rata.
  • Diamkan selama 24 jam.
  • Tambahkan bakteri , aduk hingga rata, lalu saring dan paking dalam botol.
  • Setelah 3 hari baru bisa digunakan.
  • Komposisi perbandingan bahan keseluruhan: Mahoni, mimba, urin sapi, air,

asap cair, kunyit,, bakteri (24%, 24%, 24%, 24%, 2%, 1%, 1%)

Karena mudah didapat mudah membuatnya dan mudah diaplikasikan mari kita berusaha untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia dan beralih menggunakan pestisida nabati karena dari penelitian yang dilakukan Balingtan hasil produksi yang menggunakan pestisida nabati lebih besar dibandingkan yang menggunakan pestisida kimia.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan